Blog Pertanian
Benih Bawang Merah Brebes: Cara Budidaya & Potensi Hasil Tinggi
Benih & Bibit

Benih Bawang Merah Brebes: Cara Budidaya & Potensi Hasil Tinggi

Foto: Unsplash

Panduan lengkap budidaya benih bawang merah Brebes untuk petani, mulai persiapan lahan hingga estimasi hasil panen yang menguntungkan.

9 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

Benih Bawang Merah Brebes: Cara Budidaya & Potensi Hasil Tinggi

Brebes sudah lama dikenal sebagai ibu kota bawang merah Indonesia. Bukan tanpa alasan โ€” varietas bawang merah dari daerah ini punya reputasi kuat soal rasa, aroma tajam, dan daya simpan yang baik. Memasuki musim tanam Mei 2026, banyak petani mulai melirik benih bawang merah Brebes sebagai pilihan utama. Tapi, supaya hasilnya maksimal, cara budidayanya harus tepat dari awal.

Mengenal Varietas Unggulan Brebes

Dua varietas yang paling banyak digunakan petani Brebes dan sekitarnya adalah Bima Brebes dan Super Philip. Bima Brebes cocok untuk dataran rendah hingga menengah (0โ€“700 mdpl), umur panen sekitar 60โ€“70 hari, dan potensi hasil bisa mencapai 12โ€“15 ton per hektar pada kondisi optimal. Super Philip sedikit lebih toleran terhadap curah hujan tinggi, cocok untuk musim transisi seperti Mei ini.

Persiapan Lahan yang Benar

Lahan harus diolah sedalam 20โ€“30 cm, lalu dibuat bedengan lebar 1โ€“1,2 meter dengan tinggi minimal 25 cm. Jarak antar bedengan sekitar 30 cm untuk drainase. Berikan pupuk kandang matang 20โ€“25 ton/ha dan campurkan dolomit 1โ€“1,5 ton/ha jika pH tanah di bawah 5,5. Biarkan lahan selama 7 hari sebelum tanam.

Seleksi dan Persiapan Benih

Gunakan umbi benih berukuran sedang, berat 5โ€“10 gram per umbi โ€” ukuran ini terbukti menghasilkan anakan lebih banyak dibanding umbi terlalu kecil atau terlalu besar. Potong ujung umbi sekitar 1/3 bagian untuk mempercepat pertunasan. Rendam benih dalam larutan fungisida mankozeb 2 g/liter air selama 15โ€“20 menit, tiriskan, lalu langsung tanam.

Kebutuhan benih sekitar 800โ€“1.000 kg per hektar tergantung jarak tanam.

Jarak Tanam dan Teknik Penanaman

Jarak tanam yang dianjurkan adalah 20 ร— 15 cm atau 20 ร— 20 cm. Tanam umbi tegak lurus, bagian potongan di atas, sedalam 2/3 bagian umbi masuk ke tanah. Lakukan penanaman pagi hari atau sore hari agar umbi tidak stres akibat panas terik.

Pemupukan Susulan

  • Pemupukan I (7โ€“10 HST): Urea 100 kg/ha + ZA 150 kg/ha + KCl 75 kg/ha
  • Pemupukan II (25โ€“30 HST): Urea 50 kg/ha + ZA 100 kg/ha + KCl 100 kg/ha + SP-36 50 kg/ha

Aplikasikan pupuk dengan cara ditugal di samping tanaman, lalu tutup tanah tipis agar tidak menguap.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Musuh utama di Mei adalah ulat bawang (Spodoptera exigua) dan penyakit moler (Fusarium). Semprot insektisida berbahan aktif spinetoram atau klorpirifos tiap 5โ€“7 hari saat serangan ulat tinggi. Untuk moler, pastikan drainase lancar dan semprot fungisida propikonazol secara preventif mulai umur 20 HST.

Panen dan Potensi Hasil

Bawang siap panen saat 60โ€“70% daun sudah rebah secara alami. Panen pagi hari, jemur di lahan 2โ€“3 hari sebelum dipindahkan ke gudang. Dengan manajemen budidaya yang baik, petani bisa meraih 10โ€“14 ton umbi basah per hektar, atau setara 6โ€“8 ton umbi kering.


Tips Singkat:

  • Selalu gunakan benih bersertifikat dari penangkar resmi Brebes untuk memastikan kemurnian varietas
  • Hindari menyiram terlalu sore hari โ€” kondisi lembap malam hari memicu jamur
  • Rotasi tanaman dengan padi atau jagung minimal satu musim untuk memutus siklus penyakit tanah
  • Catat setiap input dan hasil panen untuk evaluasi musim berikutnya