Busuk Akar Phytophthora pada Cabai: Gejala, Pencegahan & Obatnya
Kenali gejala busuk akar Phytophthora sejak dini dan atasi dengan langkah tepat agar tanaman cabai Anda tidak mati mendadak di musim hujan.
Busuk Akar Phytophthora pada Cabai: Gejala, Pencegahan & Obatnya
Mei 2026 โ Musim hujan yang masih menyisakan curah hujan tinggi di banyak daerah menjadi waktu yang kritis bagi petani cabai. Salah satu ancaman terbesar yang sering bikin petani pusing adalah busuk akar Phytophthora, penyakit yang bisa membunuh tanaman cabai dalam hitungan hari. Kalau sudah separuh kebun layu serentak, kerugiannya bisa jutaan rupiah. Artikel ini membahas cara mengenali, mencegah, dan mengobatinya secara praktis.
Apa Itu Phytophthora dan Mengapa Berbahaya?
Phytophthora capsici adalah jamur tingkat tinggi (oomycete) yang menyerang akar, batang bawah, dan bahkan buah cabai. Jamur ini hidup di tanah dan sangat aktif saat tanah tergenang atau lembap terus-menerus. Di lahan dengan drainase buruk atau bekas pertanaman terinfeksi, spora bertahan bertahun-tahun.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
1. Layu mendadak Tanaman tiba-tiba layu meski tanah masih cukup air. Ini tanda akar sudah tidak bisa menyerap air karena membusuk.
2. Batang bawah berwarna coklat kehitaman Periksa pangkal batang dekat permukaan tanah. Jika tampak basah, berwarna coklat tua, dan kulitnya mudah terkelupas โ itu gejala khas Phytophthora.
3. Akar berwarna coklat dan berbau busuk Cabut tanaman yang sudah layu, akar akan tampak coklat, berlendir, dan berbau tidak sedap. Berbeda dengan akar sehat yang berwarna putih krem.
4. Buah berbercak coklat basah Pada serangan berat, buah yang hampir matang pun bisa terserang dengan bercak berair yang cepat membusuk.
Cara Pencegahan yang Efektif
Pilih varietas tahan: Gunakan varietas cabai yang memiliki ketahanan lebih baik seperti Gada MK atau TM 999 yang sudah terbukti lebih toleran terhadap penyakit tanah di kondisi lembap.
Perbaiki drainase lahan: Buat bedengan tinggi minimal 30โ40 cm dan lebar 100โ120 cm. Buat parit keliling sedalam 40 cm agar air hujan tidak menggenang.
Rotasi tanaman: Hindari menanam cabai di lahan yang sama selama minimal 2 musim berturut-turut. Gilir dengan jagung atau bawang merah untuk memutus siklus jamur.
Perlakuan bibit (seed treatment): Rendam benih selama 30 menit dalam larutan fungisida berbahan aktif metalaksil 35% dosis 2 gram per liter air sebelum semai.
Aplikasi agen hayati: Siramkan Trichoderma harzianum (produk komersial seperti Tricho-G atau Bio-Trico) dosis 10 gram per liter air ke lubang tanam saat tanam. Ulangi setiap 3โ4 minggu sekali.
Pengobatan saat Sudah Terserang
Jika penyakit sudah muncul di lapangan, bertindaklah cepat:
- Cabut dan musnahkan tanaman yang sudah layu total โ jangan dibiarkan di lahan karena jadi sumber spora.
- Siram fungisida sistemik berbahan aktif dimethomorph 50% (misal Acrobat 50 WP) dosis 1,5 gram per liter air, disiramkan langsung ke area perakaran tanaman yang belum terinfeksi di sekitarnya. Lakukan 2โ3 kali dengan interval 7 hari.
- Alternatif lain: fungisida berbahan aktif fosetil-aluminium 80% (Aliette 80 WP) dosis 2โ3 gram per liter air dengan cara yang sama.
- Kapur pertanian (dolomit): Taburkan 200โ300 gram per meter persegi di area yang terinfeksi untuk menekan populasi jamur dan menaikkan pH tanah.
Penutup
Busuk akar Phytophthora memang ganas, tapi bisa dikendalikan kalau petani tanggap sejak dini. Kuncinya ada di manajemen air, pemilihan varietas, dan tindakan preventif yang konsisten โ bukan menunggu tanaman mati dulu baru bertindak.
Tips Singkat: